Senin, 25 Juli 2016

PERNIKAHAN UNIK ATAU ANEH?

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Halo, perkenalkan dulu nih. Namaku Alika. Sekarang aku tinggal di jogja. Kali ini, aku mau menulis kisah pernikahanku yang aku anggap unik. Atau mungkin malah aneh. hehehe.. Dan sepertinya hanya ada satu pernikahan model seperti ini. Tapi semua itu nyata. Dan aku berharap dengan pengalaman ini, dan cerita ini, bisa buat motivasi buat kalian untuk tidak takut buat nikah. Langsung aja ya..

Aku nikah pada tanggal 12 Juli 2016. Calonku adalah sahabat dan rekan kerjaku sudah sangat lama. Aku kenal dengan dia sudah 10 tahun yang lalu. Lumayan lama ya? Dan kami pun komitmen buat nikah sudah dari tahun 2009. Woww! sudah lama sekali. Tapi lagi-lagi kami tak punya kesempatan buat memikirkan pernikahan karena kendala kerjaan maupun dana. Jadi kami jalani aja. Kami tak pacaran. Bahkan jalan berdua untuk urusan pribadi (Jalan-jalan) berdua aja tidak pernah. Kami sempat tak berkomunikasi juga, lantaran ada masalah yang membuat kami harus introspeksi diri dulu. Dan akhirnya kami kembali, memulai yang baru dan dengan komitmen yang baru juga. 

Tanggal 23 Juni 2016, Calon ku sangat sibuk. Dan orang yang sangat gila kerja. Hari itu adalah hari pertengahan puasa. Kami sebenarnya berharap, bisa menikah pas bulan puasa tahun ini. Dan hari itu sudah pertengahan puasa. Mau tidak mau, harus ada yang mengurus syarat nikahnya. Terutama syarat yang putra terlebih dahulu. 
Saat itu, pas ada saudara dia yang lagi berkunjung ke tempat usaha kami. Sekalian deh, aku antar pulang dan mengurus syarat-syarat nikah (orang menyebut surat NA/Numpang Nikah) untuk yang putra. Hahaha, itu memang gak lazim. Ini calon putri malah yang ngurus ke tempat calon putra. Tanpa gengsi dan tanpa malu, aku urus aja semua. Selama 5 hari aku di rumah mertuaku. Dan akhirnya, beres semua. 

Tanggal 28 Juni 2016, Aku pulang daru rumah mertuaku. Sampai di jogja, aku istirahat. dan menyiapkan segala macam syarat2ku. seperti fotokopi ijazah, KTP, surat nikah orang tua (calon putri anak pertama). dan hari berikutnya, tanggal 29 Juni aku berangkat ke rumah bapak ku buat mendaftarkan nikah ke KUA. Waktu itu rasanya sangat (kemrungsung). Hati tidak tenang, seperti dikejar-kejar sesuatu. tapi aku gak tahu, apa yang  ngejar. Hemmm... diperjalanan masih ada yang kurang. Aku belum Foto. Gubrak! akhirnya aku berhenti dulu, dan foto sekaligus cetak fotonya. Dalam perjalanan masih saja hati tenang. Dan ternyata. Gedebruk! Aku jatuh dari motor. Hmmm.. Hasilnya kaki dan tangan lecet-lecet. Yang paling parah adalah lutut. Hmm... susah sekali buat jalan. Cerita kecelakaan nya tak usah aku ceritakan secara detail. Karena itu adalah hal yang kurang bagus untuk diceritakan. 

Tanggal 30 Juni 2016, Kakiku masih sakit, tangan ku juga masih sakit. Namun, aku balut dengan kain kasa biar gak kena debu. Dan aku tetap melanjutkan perjuanganku mengurus syarat nikahku. Kali ini aku diantarkan bapaku tercinta. Pahlawanku yang selalu ada buat anaknya yang sedang membutuhkan seperti ini. Aku diantar ke Pak dukuh, ke kelurahan, trus ke puskesmas, bukan untuk periksa kecelakaan tapi buat periksa kehamilan dan suntik TT, sebagai syarat nikah. Dan terakhir di antar ke KUA. Buat mendaftarkan. Jujur, pernikahan ini sebenarnya kami ingin sebelum lebaran, tapi ternyata di KUA sudah tidak tidak bisa. Karena waktunya sangat mepet. Tanggal 1 Juli 2016, sudah masuk cuti bersama. Dengan demikian, KUA pun libur. Akhirnya kita menentukan tanggal paling cepat nikah yaitu tanggal 12 Juli 2016. Yaitu hari kedua pegawai pemerintah masuk kerja. Hmm... Yups, seperti itulah persiapan dalam mengumpulkan syarat nikah dan mendaftarkan nikahnya. Gimana? Sudah ada yang aneh kisah nikahnya? hehehee

Segitu dulu... Besok dilanjutkan dengan cerita persiapan nikah di rumahku....